Mengintip Fakta Vitamin C untuk Mencegah Virus Corona

Fakta Vitamin C untuk Mencegah Virus Corona

Selama adanya virus corona banyak orang mengonsumsi vitamin C yang dipercaya akan melindungi diri dari penularan corona namun hal ini belum terbukti mampu melawan Covid-19. Vitamin C meningkatkan kekebalan tubuh dengan adanya suplemen, sayur dan buah. Banyak mitos yang disebar yaitu tenggorokan lembab dalam mencegah Covid-19 dengan minuman air per 15 menit, menurut seorang dokter orang sakit dan sehat harus tetap menjaga asupan cairan pada tubuh sehingga akan menjaga selaput lendir tetap dalam keadaan lembab. Ada juga yang beranggapan bahwa mencukupi jenggot akan mencegah Covid-19 walaupun demikian masker efektif untuk menutup bagian wajah.

Vitamin C memiliki mitos mampu meredakan pilek dengan 8% untuk orang dewasa serta 14% untuk anak-anak namun hal ini tidak benar dalam mencegah penyakit tersebut. Asupan vitamin C mampu menurunkan resiko kanker walaupun demikian tidak berpengaruh dengan resiko kanker. Vitamin C juga dikaitkan dengan pengurangan resiko terhadap berbagai masalah pada mata seperti degenerasi makula dan katarak, walaupun berdasarkan mitosnya karena tidak memberikan efek perlindungan penyakit mata. Mitos yang tersebar adalah jika seseorang keracunan timbal maka kadar vitamin C akan rendah walaupun demikian penelitian ini belum dijelaskan dengan baik.

Fakta vitamin C adalah mampu menjaga kekebalan tubuh, sesuai dengan penelitian menunjukkan teratur mengonsumsi vitamin C mampu meringankan gejala flu didukung dengan makanan dan gaya hidup sehat setidaknya mengonsumsi 200 mg setiap hari dengan teratur untuk kekebalan tubuh. Faktanya tubuh jarang kekurangan vitamin C, walaupun tubuh manusia tidak mampu memproduksi vitamin C namun makanan akan mencukupi kebutuhan vitamin C, vitamin C sebanyak 75 mg untuk wanita dan 90 mg untuk pita yang dapat dinaikkan menjadi 200 mg. Faktanya sumber makanan lebih baik mendapatkan vitamin C dibandingkan jeruk, jeruk memang buah yang kaya akan vitamin C dan diperoleh juga dari melon, kiwi, brokoli, nanas, pepaya dan strawberry.

Jika merasakan tubuh kurang vitamin C maka dapat dirasakan dengan kulit mudah memar karena pembuluh darah merah yang hancur karena pembuluh kapiler lemah lalu pecah karena kurangnya vitamin. Kurangnya vitamin C juga akan menyebabkan luka lama lebih sembuh karena vitamin C akan menyebabkan kolagen membentuk kulit. Vitamin C yang kurang akan membuat sariawan dan gusi berdarah karena kolagen tidak berada dalam keadaan yang baik. Begitu juga dengan rambut rontok dan kering dikarenakan zat besi perlu dalam mendukung vitamin C untuk membantu penyerapan vitamin. Selain itu, mimisan disebabkan oleh pembuluh darah yang lemah karena vitamin C kurang dan menyebabkan darah menjadi keluar dari tubuh.

Untuk mendapatkan vitamin C dalam mencegah virus corona diperoleh dari jambu biji. Jambu biji memiliki kandungan 200 mg vitamin untuk satu buah dan memiliki banyak serat. Pepaya yang menyediakan vitamin C sebanyak 94 mg dilengkapi dengan vitamin A dan B kompleks. Pepaya akan membantu memperlancar pencernaan dan mampu mengontrol tekanan darah.

Selain itu, buah kiwi yang memberikan kandungan 84 gram setiap satu buah yang memberikan kandungan vitamin C dan antioksidan. Stroberi dengan kandungan 52 mg dan memiliki kandungan asam ellagic dan antosiani. Stoberi bermanfaat untuk tubuh dalam mencegah kanker, penyakit saraf, peradangan dan penuaan. Beberapa fakta vitamin C perlu diketahui ditengah maraknya berita yang tidak benar mengenai virus corona karena vitamin C hanya membantu menaikkan imunitas tubuh supaya menjadi lebih baik dalam menangkal berbagai benda asing yang masuk pada tubuh.

Comments